5 Fakta Seputar Meletusnya Kembali Gunung Sinabung

Baca selengkapnya...

KARO, KOMPAS.com -  Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali meletus, Senin (19/2/2018) pukul 08.53 WIB. Kepanikan sempat muncul di tengah warga yang tinggal di sekitar Gunung Sinabung saat muncul informasi-informasi tak bertanggung jawab yang menyebutkan adanya korban tewas. Benarkah?


Berikut ini 5 fakta letusan Gunung Sinabung pada hari ini seperti disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan HumasBNPB Sutopo Purwo Nugroho:


1. Tinggi letusan mencapai 5 kilometer

Letusan setinggi 5 km itu bertekanan kuat dan berwarna kelabu kegelapan. Lama gempa letusan 607 detik. Letusan juga disertai dengan suara gemuruh. 

Letusan disertai dengan luncuran awan panas sejauh 4,9 km ke arah selatan dan tenggara serta 3,5 km ke arah tenggara dan timur. Angin bertiup ke arah barat dan selatan.


2. Abu dan batuan menghujani 5 kecamatan

Abu vulkanik menyelimuti sejumlah daerah di sekitar Gunung Sinabung, di antaranya Kecamatan Simpang Empat, Naman Teran, Payung, Tiga Nderket dan Munthe. Kondisi di lima kecamatan itu menjadi gelap dengan jarak pandang sekitar 5 meter. Selain itu, batuan kecil juga menghujani 5 kecamatan itu. Hujan kerikil kecil juga masih terjadi seperti di Desa Kuta Mbaru dan Kuta Rakyat hingga pukul 10.00 Wib.


3. Pesawat tak boleh melintas

Pasca-letusan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dari oranye menjadi merah. Dengan demikian, pesawat dilarang melintas di sekitar Gunung Sinabung karena berbahaya.


4. Tidak ada korban jiwa

Tidak ada korban dari letusan ini. Pasalnya, seluruh daerah berbahaya yang merupakan zona merah telah dikosongkan.

Sebagian warga juga telah dievakuasi sesaat untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Namun pada siang hari, aktivitas warga telah normal kembali. Warga dinilai sudah terbiasa melihat letusan Gunung Sinabung. 


5. Masih berstatus "Awas" 

PVMBG melaporkan, aktivitas vulkanik Gunung Sinabung masih sangat tinggi. Fenomena gempa dan awan panas masih terus menyertai. Sejak pukul 06.00-12.00 WIB, telah berlangsung 1 kali gempa letusan dengan 607 detik, 1 kali awan panas letusan, dengan durasi 607 detik, 10 kaki awan panas guguran dengan durasi 195-792 detik, 14 kali gempa guguran, 5 kali gempa embusan, 1 kali gempa frekuensi rendah, dan 5 kali gempa vulkanik dalam.


Berdasarkan laporan BPBD Karo, tidak ada korban jiwa dan tak ada pula tambahan pengungsi.


"Masyarakat dan pengunjung atau wisatawan diimbau tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak dan dalam jarak 7 km untuk sektor selatan-tenggara di dalam jarak 6 km untuk sektor tenggara-timur, serta di dalam jarak 4 km untuk sektor utara-timur Gunung Sinabung. Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar," ungkap Sutopo.


Warga yang bermukim dan beraktivitas di sekitar hilir daerah aliran Sungai Laborus juga diingatkan untuk tetap waspada karena bendungan disebut bisa jebol sewaktu-waktu karena tidak kuat menahan volume air.

© 2014 - 2018 KOMPAS GRAMEDIA.
Website by PandavaMedia